Home / Uncategorized / Alumnus FKIP UBL Wakili Lampung Di Kiat Guru-TN2PK

Alumnus FKIP UBL Wakili Lampung Di Kiat Guru-TN2PK

Bandar Lampung –Alumnus Program Studi Pendidikan Bahasa
Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Bandar Lampung (Prodi
PBI FKIP UBL), Pawestri Rena Ningytas patut diacungi jempol.

Rena, biasa disapa menjadi satunya wakil Lampung, yang tergabung dalam Tim
Kinerja dan Akuntabilitas Guru-Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan
(KIAT Guru -TN2PK), tahun 2016/2017. Sedangkan, daerah pengabdian di Kabupaten
Ketapang- Kalimantan Barat (Kalbar).

 “Penujukan ini tidak
menjadi beban, saya malah senang. Karena dapat mengimplementasikan langsung
ilmu dikampus. Tapi, juga menambah pengalaman dan berkontribusi membangun (kondisi)
bangsa dan negara,”katanya ketika berhasil dihubungi, Senin 6 Februari 2017.

Rena ungkap, bergabung dengan KIAT GURU-TN2PK, sejak Oktober
2016, dengan kontrak pengabdian satu tahun. Dia, mengaku bisa terlibat setelah
mendaftar online, dan lulus tes di Jakarta.

“Saya tertarik ikut, didasari ingin mengajar di
(daerah)pedalaman. Saya baru 4 bulan disini, dan dikirim pergelombang (tahun.)
Selain saya, ada 10 orang yang lulus dari berbagai daerah. Ini program
rintisan, saya angkatan kedua. Bila berhasil, bisa lebih banyak lagi
(pesertanya).,”imbuhnya.

Kegiatan itu diaplikasi bagi para sarjana (S1) berbagai
disiplin ilmu, termasuk lulusan sarjana pendidikan (S.Pd) dalam mengaplikasikan
keilmuan dan pengabdian langsung kepublik.

“Kegiatan ini, memungkinkan peran kami ikut menanggulangi
kemiskinan, melalui berbagai latar belakang (ilmu),cara, faktor, dampak hingga
solusinya. Terkait, kajian keilmuan saya (FKIP), program ini dititikberatkan
kepada mereka (masyarakat), agar bisa mengaktualisasi diri, dan menumbuhkan
minat belajar dan bersekolah,hingga perguruan tinggi ,”imbuhnya.

Ditambahkan, Rena, untuk daerah pengabdian Kiat Guru -TN2PK,
dipusatkan didua wilayah, yakni Kalbar dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Untuk
Kalbar, selain Ketapang, juga meliputi Desa Botuh Lintang, Kabupaten Sanggau
dan Kabupaten Landak.Sedangkan, daerah NTT, mencakup wilayah Kabupaten
Manggarai Barat dan Kabupaten Manggarai Timur.

Rena menegaskan, meski tujuan program sama, yakni
meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Secara teknis, KIAT GURU-TN2PK
berbeda dengan Program Indonesia Mengajar, yang diinsiasi Mantan Mendikbud,
Prof. Anies Rasyid Baswedan, Ph.D. Maupun, Program Lampung Mengajar dan Tulang
Bawang Barat Cerdas, yang dijalankan ditingkat provinsi dan kabupaten di
Lampung.

“Program ini (KIAT GURU-TN2PK) memungkinkan peran kita,
lebih pada pemberdayaan masyarakat. Terutama, dari segi peningkatan atensi sekolah
siswa, dari sisi orangtua, guru hingga pejabat daerah. Tentu, dengan melibatkan
kerjasama berbagai lintas sektoril,”ucap wanita asal Desa Gunung Pasir Jaya Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten, Lampung Timur ini.

Diakui alumnus SMA Negeri 7 Bandar Lampung ini, terbentuknya
Kiat Guru-TN2PK didasari  keprihatinan
pemerintah, pada masih rendahnya peran serta masyarakat, dalam menyekolahkan
putra-putrinya hingga pendidikan tinggi. Hal itu mengakibatkan kualitas
pelayanan pendidikan, diberbagai daerah penempatan, sangat rendah.

“Program ini diharapkan dapat meningkatkan pelayanan
pendidikan dengan mengujicobakan beberapa pendekatan. Dengan melibatkan peran
serta masyarakat, memperbaiki mekanisme, ditengah hasil pencapaian pendidikan. Terutama
didaerah perdesaan,terpencil, dan terpuruk. Disertai, tingkat kemauan guru
ditempatkan didaerah terpencil, relatif tinggi,”paparnya.

Salah satu dosen FKIP UBL, Berry Salatar, S.Pd menyatakan
salut pada upaya Rena.”Eksistensinya itu luar biasa. Walaupun harus berjuang
menuju beberapa lokasi, dengan kondisi infrastruktur jalan jauh dari layak.
Terus berjuang, adikku demi meningkatkan kaualitas dan layanan pendidikan
nasional,”dukungannya.

Dekan FKIP UBL Susanto Saman. S, M.Hum, MA, Ph.D ikut mengapresiasi
prestasi salah satu alumninya tersebut. Baginya, program ini memungkinkan para
alumni FKIP, mengajar tak lagi terpusat dikota. Tapi hingga daerah pedalaman.

“Ini bentuk penyebaran kuantitas dan kualitas guru agar merata mengajar
didaerah. Harapannya, kedepan FKIP UBL dapat bekerjasama dengan instansi
pendidikan, agar dari pelatihan hingga fieldtrip bisa turun kedaerah terpencil.
Sehingga kajian keilmuan, tidak melulu acuan teori, tapi langsung praktek ke
masyarakat,”tukasnya. (*)

* Rilis – Portalinspiratif.com

Keterangan Foto : Keikutsertaan Pawestri Rena Ningytas dalam program
KIAT Guru -TN2PK, tahun 2016/2017. Membanggakan alamater alumnusnya, Prodi PBI,
Fakultas FKIP dan kampus UBL, termasuk Provinsi Lampung. (Dok. Foto Pawestri
Rena Ningytas/BMHK UBL).

Cek Juga

GOR Sukadana dan Gedung Islamic Center Lampung Timur Siap Jadi Lokasi Isolasi Covid-19

Dibaca : 18 Beritaberlian.com, SUKADANA – Bupati Lampung Timur Zaiful Bokhari beserta jajaran bergerak cepat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Send this to friend