Home / Uncategorized / Ini Kunci Sukses Etnis Tionghoa Dalam Berbisnis

Ini Kunci Sukses Etnis Tionghoa Dalam Berbisnis

KUNCI sukses dalam kemandirian wirausaha ternyata kita harus banyak belajar lagi, bukan hanya dari kalangan pribumi, rasanya tidak masalah jika kita meniru strategis etnis Tionghoa dalam berbisnis atau berdagang. Bismillahirrohmannirrohim, berikut ini adalah beberapa artikel yang dirangkum redaksi Portalinspiratif.com dari berbagai sumber yang ada. 

Pertama, mengajarkan bisnis sejak usia dini.

Orang Tionghoa biasanya sudah mengajarkan kepada
anak-anaknya berbagai prinsip dalam berbisnis. Sejak kecil
ikut serta dalam membantu usaha orangtuanya.Setelah
mulai dewasa, mereka akan diberi pilihan: memulai usahanya sendiri,
atau memperbesar usaha keluarganya. 

Karena sudah diajarkan sejak kecil,
mereka sudah tidak kaget lagi ketika masuk di dunia bisnis dan dapat
menjalankannya dengan lebih lancar daripada orang biasa.

Kedua, kerja keras

Ibarat kata keramat yang mendorong pedagang Cina berhasil dalam bisnisnya…

Ketiga, memiliki motivasi tinggi 

Jika
dahulu bapaknya berjualan air di pinggir jalan, anaknya akan membuka
restoran dan barangkali cucunya akan mendirikan pabrik yang memproduksi
air dalam kemasan. 

Keempat, rajin menghemat pengeluaran (Menabung) 

Kalangan dari Etnis Tionghoa bisa menabung sampai 50 persen dari uang hasil pendapatannya
setiap bulan. 

Oleh karena itu, mereka sangat berhemat dalam memenuhi
kebutuhan sehari-harinya ketika kondisi bisnisnya masih belum stabil.
Penghematan tersebut dilakukan dengan berbagai cara mulai dari makan di
rumah atau membawa bekal setiap harinya, menggunakan pendingin atau
pemanas ruangan hanya ketika diperlukan, dan memanfaatkan barang-barang
yang ada sampai benar-benar tidak bisa digunakan. 

Hal ini dikarenakan
hidup secara ekonomis merupakan salah satu harta karun terbesar menurut
salah satu buku klasik Tionghoa karya Dao De Jing.

Kelima, berniaga kunci sukses etnis ini. 

Persepsi
orang Tionghoa pada perdagangan adalah positif. Dunia dagang adalah dunia
yang menjanjikan kesenangan, kemewahan, dan kebahagiaan.

Keenam, Tawar-menawar hingga 75 persen

Untuk memperoleh barang yang diinginkan dengan harga terbaik, orang
Tionghoa tidak akan ragu melakukan tawar menawar harga sampai tercapai
kesepakatan. Di Tiongkok sendiri, pembeli bisa berani menawar harga
50-75% lebih rendah dari harga awal yang disebutkan penjual. 

Hal seperti
itu juga dapat kita temukan di daerah-daerah Pecinan, misalnya di
Glodok. Untuk bisa menawar harga suatu barang dengan tepat, kamu harus
mencari tahu harga barang tersebut secara umum terlebih dahulu agar
harga kesepakatan nantinya bisa masuk akal, tidak merugikan pembeli
maupun pihak penjual.

Ketujuh, tidak memiliki hutang

Memiliki hutang bagi orang Tionghoa adalah aib dan pilihan terakhir yang akan
mereka lakukan jika tidak ada jalan lagi. Untuk itu, mereka sangat
selektif dengan produk-produk yang bisa membuat mereka berhutang,
misalnya kartu kredit. 

Sebelum mempunyai kartu kredit, mereka akan
memikirkan dengan matang apakah benar-benar perlu apa tidak. Ketika
sudah punya pun, pastinya hanya akan digunakan untuk keperluan-keperluan
yang benar-benar mendesak saja. Selain untuk keperluan usaha yang
nantinya akan mengembalikan uang mereka dalam jumlah lebih banyak, orang
Tionghoa lebih suka menghindari utang-piutang ini.

Kedelapan, Bangun relasi. 

Orang Tionghoa biasanya akan
melakukan usaha ekstra untuk membangun relasi yang baik dengan
orang-orang yang dianggap dapat menguntungkan bisnisnya. Mereka tidak
akan ragu-ragu menjamu makan ataupun mentraktir di restoran demi
mendapatkan citra baik dari orang-orang tersebut.

Prinsip
yang dianut oleh orang Tionghoa adalah setiap orang akan memberikan
keuntungan berbeda, dan dari sanalah mereka bisa menentukan sikap. Oleh
karena itu, bukan berarti orang Tionghoa pilih-pilih dalam bergaul,
tetapi jika ia merasa bahwa orang tersebut adalah yang bisa memberikan
keuntungan untuknya, maka orang-orang tersebut akan diperlakukan dengan
lebih spesial.

Kesembilan, bersikap terbuka dan lapang dada  

Bersikap terbuka dan berlapang dada apabila menghadapi situasi sulit, dan tetap fokus mencari jalan keluar.

Kesepuluh, belajar dari kegagalan

Kegagalan
pertama tidak dapat melunturkan semangatnya. Sebaliknya akan membuatnya
semakin gigih. Kegagalan kedua dijadikannya pelajaran. Kegagalan ketiga
menjadikannya lebih bijak. Kegagalan berikutnya menguji kesabaran dan
ketabahannya. 

 

* Dari berbagai sumber – Portalinspiratif.com 

Cek Juga

GOR Sukadana dan Gedung Islamic Center Lampung Timur Siap Jadi Lokasi Isolasi Covid-19

Dibaca : 18 Beritaberlian.com, SUKADANA – Bupati Lampung Timur Zaiful Bokhari beserta jajaran bergerak cepat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Send this to friend