Home / Uncategorized / Rumah Sakit Daerah Ini Bangun UTD

Rumah Sakit Daerah Ini Bangun UTD

BANDAR LAMPUNG–Tekad Gubernur Lampung Muhammad Ridho
Ficardo menjadikan Rumah Sakit Umum Daerah Hi. Abdul Moeloek (RSUDAM)
bertipe A, berlanjut. Setelah dilengkapi aneka peralatan canggih,
Pemerintah Provinsi Lampung kini membangun Unit Transfusi Darah (UTD)
untuk mengatasi kekurangan stok darah.

Menurut Ridho, pembangunan UTD ini untuk
mengantisipasi makin banyaknya warga berobat penyakit kronis memakai
fasilitas BPJS. “Banyak juga warga di Sumatera Selatan seperti Martapura
dan Baturaja memilih berobat ke RSUDAM. Ini semua memerlukan stok darah
yang cukup,” kata Ridho, di Bandar Lampung, seperti dilansir dari Inspiratif.co.id, Senin 14 Agustus 2017.

Kehadiran UTD ini, kata Ridho, juga untuk mendukung
sejumlah peralatan canggih yang diresmikan Menteri Kesehatan Nila
Djuwita F. Moeloek, pada 25 Februari 2017. Kehadiran peralatan canggih
seperti bedah sentral dan intensif terpadu (ICU, ICCU, PICU), THT, mata,
kemoterapi, Magnetic Resonance Imaging (MRI), dan CT scan, membuat
pasien yang semula harus dirujuk ke Jakarta, kini bisa ditangani di
RSUDAM.

Kehadiran UTD ini, menurut Direktur Utama RSUDAM, Hery
Djoko Subandriyo, untuk memperkuat Palang Merah Indonesia (PMI) Lampung.
Menurut Hery, setiap bulan pihaknya membutuhkan 2000-2500 kantong
darah, sedangkan yang bisa dipenuhi PMI hanya 50-60%. “PMI tak hanya
melayani RSUDAM, tapi seluruh rumah sakit di Lampung. Jumlah pasien yang
butuh darah terus meningkat yang tak bisa semuanya ditangani PMI,” kata
Hery Djoko Subandriyo.

Selama ini, kata Hery, RSUDAM hanya memiliki bank darah.
Kehadiran UTD ini, selain meningkatkan mutu pelayanan, juga untuk
mempercepat proses pelayanan transfusi daerah ke pasien. Pembangunan
UTD, merujuk pada UU Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit yang
mengamanatkan rumah sakit bertugas memberikan pelayanan kesehatan
perorangan paripurna.

“Kalau pemenuhan darah kurang atau waktu tempuh rumah sakit
ke UTD jauh, pemerintah daerah dapat membangu na lebih dari satu UTD,”
kata Hery.

Rencananya, UTD RSUDAM ini beroperasi Januari 2018. Menurut
Kepala Instalasi Laboratorium RSUDAM, dr. Suhada, SpPA, selain
peralatan tantangan terbesar UTD adalah pemenuhan sumber daya manusia
(SDM). “Di Lampung belum ada sekolah transfusi darah, maka harus dicari
keluar dan segera dipenuhi agar izin operasionalnya terpenuhi,” kata
Suhadi.

Meski memiliki UTD sendiri, RSUDAM tetap bekerja sama
dengan PMI. “Komponen darah tertentu harus diproduksi PMI. Ada beberapa
jenis darah yang belum bisa diproduksi sendiri. Untuk sementara yang
bisa kita penuhi baru darah segar dan trombosit. Untuk penyakit tertentu
masih dari PMI. Jadi, MoU dengan PMI tetap jalan,” kata Suhada. (Sumber : Inspiratif.co.id)

Cek Juga

GOR Sukadana dan Gedung Islamic Center Lampung Timur Siap Jadi Lokasi Isolasi Covid-19

Dibaca : 10 Beritaberlian.com, SUKADANA – Bupati Lampung Timur Zaiful Bokhari beserta jajaran bergerak cepat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Send this to friend