Home / Uncategorized / Bangun Gedung Baru, RS Jiwa Lampung Kini Dilengkapi Alat Canggih

Bangun Gedung Baru, RS Jiwa Lampung Kini Dilengkapi Alat Canggih

BERITABERLIAN.COM, BANDAR
LAMPUNG – Selain mengejar tipe A untuk Rumah Sakit Umum Daerah Abdul
Moeloek (RSUDAM), Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo juga ingin RS
Jiwa Lampung segera bertipe A. Berbagai upaya dilakukan seperti menambah
kapasitas ruang perawatan hingga penambahan sumber daya manusia rumah
sakit yang beralamat di Jalan Kurungan Nyawa, Gedongtataan, Pesawaran,
ini. 
“Ini satu-satunya
rumah sakit jiwa di Lampung. Tiap tahun pasiennya bertambah. Oleh karena
itu, Pemprov Lampung terus berupaya menambah kapasitas agar makin
banyak pasien yang bisa dirawat. Kita terus berupaya agar RS Jiwa
Lampung bertipe A,” kata Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo, di
Bandarlampung.
Hingga
kini, kapasitas tempat tidur di RS Jiwa Lampung 115, sedangkan pasien
yang dilayani berasal dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi
Lampung. Berdasarkan data jumlah kunjungan pasien pada 2015
tercatat 37.490 orang atau rata-rata 120 orang per hari. Dari jumlah
tersebut, minimal lima pasien harus menjalani rawat inap.
Untuk
mengatasi masalah tersebut, sejak 2015 Pemprov Lampung membangun gedung
rawat inap baru yakni gedung intermediate berkapasitas 32 tempat tidur.
Kemudian, gedung Pediatric Intensive Care Unit (PICU) atau gaduh
gelisah berkapasitas tujuh tempat tidur dan Gedung Rawat Inap Narkotika,
Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA) berkapasitas sebanyak 42 tempat
tidur. Ketiga gedung tersebut dibangun dengan dana Rp8,65 miliar.
Selain
itu, pada 2016 juga dibangun gedung rawat inap kelas satu dan kelas
tiga berkapasitas masing-masing 10 tempat tidur. Ditambah gedung
laboratorium. Ketiganya dibangun dengan anggaran Rp692,23 juta.
Menurut
Direktur RS Jiwa Daerah Provinsi Lampung Dr. Ansyori, bila seluruh
gedung rawat inap tersebut dioperasikan, dapat menambah kapasitas jumlah
pasien rawat inap pasien menjadi 216 tempat tidur. Selain Gedung,
Pemprov juga manambah alat kesehatan canggih sejak 2015. 
“Sekarang
ada alat EMG Myograth, drug testing monitor yaitu alat tes narkoba
dengan menggunakan sampel darah, automatic blood chemistry-nya analizer,
USG, dan EEG brain mapping with PSG. Kendala yang kami alami saat ini
adalah masih kurangnya tenaga perawat dan dokter spesialis,” kata
Ansyori.
Pihaknya
berharap, gedung rawat inap yang baru dapat dioperasionalkan tahun ini.
Menurut Ansyori, berdasarkan penilaian pusat, secara fisik bangunan
rumah sakit telah memenuhi syarat menjadi tipe A. 
Namun
untuk menaikan tipe A terkendala anggaran untuk membiayai kekurangan
sumber daya manusia, seperti perawat, dokter, dan dokter spesialis.
“Kita tidak bisa rekrut PNS karena ada moratorium Alternatifnya
menggunakan dokter dan perawat non-PNS,” kata Ansyori. (Humprov)

Cek Juga

GOR Sukadana dan Gedung Islamic Center Lampung Timur Siap Jadi Lokasi Isolasi Covid-19

Dibaca : 10 Beritaberlian.com, SUKADANA – Bupati Lampung Timur Zaiful Bokhari beserta jajaran bergerak cepat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Send this to friend