Home / Hukum / Polisi Limpahkan 2 Tersangka Korupsi Pengadaan Internet Diskominfo

Polisi Limpahkan 2 Tersangka Korupsi Pengadaan Internet Diskominfo

BeritaBerlian.com, Pringsewu – berkas perkara dugaan
korupsi pengadaan Internet Multimedia dan langganan internet pada Dinas
Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pringsewu, yang telah dinyatakan
lengkap atau P-21 oleh Kejaksaan. Maka Mantan Kepala Diskominfo
Kabupaten Pringsewu, Sugesti Hendarto dan Ramli, mantan Account Manager
PT Telkom perkaranya sekarang sudah di pengadilan kejaksaan negeri kota
agung.
Mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili, S.Ik. M.Si,
Kanit Tipikor Ipda Ramon Zamora Mendampingi Kasat Reskrim AKP Hendra
Saputra, SE mengatakan, keduanya dilimpahkan pada Rabu 6 september 17 pukul
13.00 WIB didampingi dua kuasa hukumnya Yudi Kusnandi, SH dan Dwi, SH.
Mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pringsewu,
Sugesti Hendarto, sebelumnya telah dinyatakan bersalah melakukan tindak
pidana korupsi proyek belanja barang di Dinas Komunikasi dan Informatika
Pringsewu tahun anggaran 2015.
Proyek bernilai Rp 94,37 juta ini akan diserahkan kepada
pihak ketiga.Sugesti lalu menghubungi Direktur CV. Adhya Pratama, Arief
Pasha untuk meminjam perusahaan Arief Pasha sebagai pekerja di proyek
tersebut.
Proyek tersebut berupa pengadaan dua unit tower senilai Rp
65 juta, dua paket radio senilai Rp 15 juta dan dua unit PC computer
senilai Rp 14,2 juta. Dalam pelaksanaannya, proyek tersebut tidak sesuai
dengan mekanisme yang ada dimana hanya diketahui oleh Sugesti tanpa
melibatkan panitia pengadaan proyek.
“Ini merupakan pelimpahan dalam perkara korupsi pengadaan
Internet Multimedia dan langganan Internet, karena sebelumnya tersangka
Sugesti Hendarto telah menjalani hukuman di Lapas Way Huwi Bandar
Lampung dalam perkara yang terlebih dahulu disangkakan yaitu korupsi
pengadaan barang pada Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo)
Pringsewu”, kata Ipda Ramon Zamora.
Pada pelimpahan perkara korupsi pengadaan internet kali
ini, lanjut Ipda Ramon Zamora turut serta diserahkan barang bukti yang
disita dari keduanya berupa uang tunai Rp. 265 juta sebagai penyelamatan
uang negara.
Oleh karena berkas perkara sudah P21 sesuai dengan
ketentuan pasal 8 ayat 3 (b), pasal 138 ayat (1) dan pasal 139 KUHAP,
penyidik menyerahkan tanggungjawab tersangka dan barang bukti kepada
Kejaksaan Negeri Kota Agung.
Pelimpahan itu sebagai dasar jaksa untuk menentukan apakah
perkara tersebut sudah memenuhi unsur persyaratan untuk dapat
dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.
“Keduanya dijerat Pasal 2, 3 pasal 18 Undang-Undang Nomor
20 Tahun 2001 tentang Perubahan UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang
Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana
dengan ancaman pidana penjara maksimal 20 tahun” pungkas Ipda Ramon.
(Ra)

Cek Juga

8 Tuntutan KAMI, Aziz Syamsuddin: Wajar Negara Demokrasi

Dibaca : 215 Beritaberlian.com, Delapan tuntutan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) mendapat respon dari beberapa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Send this to friend