Home / Uncategorized / Seminar Konvergensi PSAK ke IFRS Darmajaya Hadirkan Pembicara Unpad

Seminar Konvergensi PSAK ke IFRS Darmajaya Hadirkan Pembicara Unpad

BeritaBerlian.co, Bandar Lampung – Konvergensi
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) ke IFRS (International
Financial Reporting Standards
) penting dilakukan agar Indonesia
mendapatkan pengakuan maksimal dari komunitas internasional yang sudah lama
menganut standar ini. 

Untuk itu, Program
Studi Akuntansi Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya menggelar seminar
overview PSAK konvergensi IFRS terbaru di Ruang Rapat Gedung Alfian Husin
kampus setempat, Kamis 07 September 2017. 

Kegiatan ini diikuti 50 dosen dari perguruan tinggi
swasta se Bandar Lampung. Menghadirkan Dosen
Akuntansi Universitas Padjadjaran sekaligus Anggota Dewan Standar
Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI), Ersa Tri Wahyuni, PhD., CA., CPMA., CPSAK sebagai pembicara.  

“IFRS adalah standar
akuntansi internasional yang dibuat oleh International
Accounting Standard Board
(IASB) yang berkedudukan di London. IFRS dibuat
dengan tujuan untuk memudahkan transaksi modal lintas negara,” ujar Ersa, dalam
rilis yang diterima Inspiratif.co.id, Jum’at 08 September 2017. 

Diungkapnya, saat
ini IFRS telah diadopsi oleh sekitar 142 negara di dunia. Level adopsi
berbeda-beda, untuk Indonesia IFRS menjadi referensi utama dalam penyusunan
PSAK.

“Manfaat IFRS
diantaranya memberikan informasi yang berkualitas di pasar modal internasional,
menghilangkan hambatan arus modal internasional dengan mengurangi perbedaan
dalam ketentuan pelaporan keuangan, serta meningkatkan daya banding laporan
keuangan dan kualitas pelaporan keuangan menuju best practise,” paparnya. 

Selain itu, lanjut
Ersa, IFRS dapat bermanfaat mengurangi biaya pelaporan keuangan bagi perusahaan
multinasional dan biaya untuk analisis keuangan bagi para analis. 

Sementara itu, Wakil
Rektor Bidang Akademik dan Riset Darmajaya, Dr. RZ. Abdul Aziz, ST., MT
menuturkan konvergensi IFRS di Indonesia dilakukan karena kita tidak bisa
menolak arus globalisasi.di lansir inspiratif.co.id

Selain itu, lanjutnya,
agar Indonesia dapat disetarakan dalam kegiatan perekonomian internasional, dan
dalam pembuatan laporan keuangan yang dapat diakui secara internasional.

 

“Dapat dilihat dari
semakin banyaknya investasi asing yang masuk ke Indonesia. Dimana sumber daya
manusia (SDM) Indonesia harus siap bersaing dengan tenaga asing, khususnya
akuntan luar negeri yang akan berdatangan sehubungan tingginya permintaan
akuntan berstandar internasional. Supaya SDM kita tidak ketinggalan dalam
bersaing, kita harus segera meningkatkan penguasaan IFRS,” tutupnya.(*)

Cek Juga

GOR Sukadana dan Gedung Islamic Center Lampung Timur Siap Jadi Lokasi Isolasi Covid-19

Dibaca : 10 Beritaberlian.com, SUKADANA – Bupati Lampung Timur Zaiful Bokhari beserta jajaran bergerak cepat …