Beritaberlian.com, PESAWARAN – Bencana alam terus menghantui Provinsi Lampung. Setelah sebelumnya Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Timur, Waykanan, Kota Metro dan Bandarlampung, yang terkena bencana banjir dan tanah longsor. Kini giliran Kabupaten Pesawaran yang terkena bencana tersebut.

Ada sejumlah kecamatan yang terkena bencana tanah longsor. Yakni, Kecamatan Punduh dan Punduh Pidada dan Marga Punduh. Sedangkan Kecamatan Gedongtataan, Waylima dan Teluk Pandan mengalami bencana banjir.

“Memang ada bencana alam banjir dan tanah longsor, tetapi tidak ada korban jiwa,” terang Kepala BPBD Pesawaran Mustari kepadaLampung Newspaper via telpon, kemarin.

Menurutnya, pihaknya langsung terjun ke lokasi bencana. “Saya sedang di Marga Punduh ada tanah longsor yang menutup jalan. Dan kita gotong royong membersihkan jalan dari tanah longsor. Ini saya lagi mau lanjut ke Punduh dan Punduh Pidada,” ujarnya.

Diakuinya, bencana banjir yang merendam sejumlah pemukiman warga sudah mulai surut. Saat ditanya bantuan Pemkab Pesawaran, dirinya menerangkan bahwa pihaknya sedang mengecek dan mencatat daerah serta warga yang terkena dampak bencana ini dan juga berkoordinasi dengan pihak terkait. “Baru kita catat karena perlu direncanakan untuk program berikutnya,” imbuh dia.

Untuk wilayah banjir yang cukup parah terjadi di Kecamatan Waylima tepatnya di Desa Batu Raja, yang ketinggian air mencapai 50 cm. Air ini akibat meluapnya Way Padang Ratu, sehingga ratusan rumah tergenang air bah ini.

“Air sungai meluap mas, rumah terendam air,” terang narasumber bumilampung.co.id kemarin.

Sedangkan di Kecamatan Gedongtataan, hujan deras yang mengguyur kecamatan tersebut menghayutkan jembatan darurat yang membangi Sungai Way Semah. Tak ayal, akses sejumlah dusun terputus.

Sebelumnya juga di Kecamatan Teluk Pandan terendam banjir. Ratusan rumah di Desa Lempasing ada sekitar 300 rumah yang terkena dampak banjir tersebut. Tak hanya banjir, tetapi sejumlah dusun juga terkena tanah longsor. (red)