Home / Daerah / Penyusunan Proposal Penelitian di IIB Darmajaya, ini Kata Profesor Saryono

Penyusunan Proposal Penelitian di IIB Darmajaya, ini Kata Profesor Saryono

 

BANDAR LAMPUNG — Kemauan pemberi dana dengan pengusul dalam pengajuan proposal penelitian tidak selalu cocok. Mengingat, setiap pemberi dana mempunyai karateristik, tujuan, dan target yang berbeda dalam penelitian yang diinginkan.

“Dan, tidak semua proposal yang ditolak itu karena buruk. Bisa jadi karena tidak sesuai dengan keinginan pemberi dana. Sehingga, jangan sampai proposal yang diajukan tidak sesuai dengan tujuan dan target yang diharapkan oleh penyedia dana,” kata Prof. Dr. Saryono M.Si, saat Sosialisasi dan Pendampingan Penyusunan Proposal Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, di lantai III Pascasarjana Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, Kamis (2/8/2018).

Saryono juga mengatakan setiap pemberi dana memiliki karateristik sendiri. Misalnya, LPDP memiliki tujuan sendiri, Kementerian Kesehatan punya karateristik sendiri, dan Kementerian Pertanian pun punya tujuan sendiri. “Ada 11 skema dalam usulan proposal penelitian masing-masing berbeda karateristik, tujuan, dan targetnya. Ini yang harus dipahami oleh peneliti,” kata dia.

Dia menjelaskan dengan begitu, para peneliti bisa membuat proposal sesuai dengan yang diharapkan masing-masing penyedia dana. Dari 11 skema panduan usulan penelitian itu, kata dia, tiga dikompetisikan di perguruan tinggi se-Indonesia oleh Kemenristekdikti. Tiga skema lagi diserahkan desentralisasi ke perguruan tinggi di daerah.

“Terutama yang masuk klaster utama, madya, mandiri. Tiga skema untuk pembinaan kapasitas, ada yang pembinaan perguruan tinggi pemula yang masuk binaan, kita (IIB Darmajaya) sudah madya. Untuk yang binaan ada tiga ribu lebih se-Indonesia,” kata dia.

Sementara, lanjut Saryono, ada yang magang (PKPT). Dimana, dosen-sosen junior atau dosen muda diberi kesempatan magang di perguruan tinggi yang lebih maju. Apakah di ITB, UI atau kemana saja yang dia mau. Hal itu untuk menambah kompetensi dengan belajar kepada peneliti senior. “Itu ada dananya juga,” kata dia.

Atau, mereka yang sudah doktor ingin posdok dalam negeri. Untuk tahun ini sudah ada dananya. “Mereka diberi kesempatan untuk melakukan penelitian-penelitian dengan yang lebih senior di luar negeri. Yang lebih senior pun ada, namanya penugasan. Jadi, mulai dari peneliti pemula, madya, dan doktor pun sudah masuk dalam sebelas skema penelitian.”

Sementara, Kepala Lembaga Pengembangan, Pembelajaran, Penelitian, dan pengabdian Masyarakat (LP4M) Dr. Suhendro Yusuf mengatakan sebenarnya dari penelitian yang ingin kita capai proposal yang diajukan lolos semua. “Kami punya target tahun ini, proposal dari dosen IIB Darmajaya lebih dari 50 persen bisa disetujui Kemenritekdikti,” kata Suhendro.

Untuk itu, kata dia, pelatihan selama dua hari ini, mulai Rabu (1/8/2018) hingga Kamis (2/8/2018), bisa memberikan pemahaman kepada dosen peneliti dalam membuat proposal yang baik dan benar serta proposal yang diinginkan dari pemberi dana. “Kami selalu optimis semua akan berjalan dengan baik,” kata dia.

Sosialisasi dan pendampingan Penyusunan Proposal Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat dibuka oleh Pj. Rektor IIB Darmajaya, Dr. RZ. Abdul Aziz., M.T. Selain menghadirkan narasumber Prof. Dr. Saryono M.Si., juga menghadirkan pemateri Dr. Edi Kurniadi., M.Pd. Kemudian, juga menghadirkan reviewer terdiri dari; Dr. Ambya; Dr. Eng Admi Syarif; Dr. Ir. Sri Ratna Sulistiyanti., M.T; dan Dr. Dyah Indriana Kusumastuti., M.Sc. (**)

Cek Juga

Bersih – bersih sampah, Wagub Chusnunia Peringati Puncak World Cleanup Day

Dibaca : 221 Beritaberlian.com, Bandar Lampung —– Acara Puncak Peringatan World Cleanup Day Tahun 2020 di …

Send this to friend