Home / Daerah / Bangun Usaha Terstruktur, Mahasiswa Darmajaya Ikuti Inspiring Session & Workshop

Bangun Usaha Terstruktur, Mahasiswa Darmajaya Ikuti Inspiring Session & Workshop

Beritaberlian.com, BANDAR LAMPUNG — Mahasiswa Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya dan mahasiswa lainnya agar bisa mengambil manfaat dari Entrepreneur Inspiring Session & Workshop, yang digelar di Sheraton Hotel, Selasa (23/4/2019). Hal itu dikatakan Ketua IMA Chapter Lampung, Heri Andrian.

Menurut Heri Andrian, kegiatan hari ini merupakan batch satu. “Nanti akan ada lanjutan dari kegiatan ini. Karena dari IIB Darmajaya meminta agar mahasiswa yang mengajukan proposal bisnisnya dapat berjalan hingga established,” kata dia.

Entrepreneur Inspiring Session & Workshop digelar atas kerjasama perguruan tinggi di Bandar Lampung, terutama dengan Kampus Biru Darmajaya. Menurut Heri, IMA menginginkan mahasiswa bisa mengambil manfaat dari acara Inspiring Session & Workshop ini. “Setelah ini langsung action dan kita akan mementorin dengan anggota IMA yang sesuai bidangnya. Ke depan juga akan ada kegiatan ini juga untuk batch dua,” kata dia.

Heri menuturkan kegiatan ini juga diikuti mahasiswa dan mahasiswi dari kampus lain, seperti UBL. “Kita kerjasama dengan Darmajaya dan kampus lain. Ini juga bagian dari konsen IMA dalam bidang pendidikan selain bidang UMKM, pariwisata, dan industri kreatif,” kata dia.

Sementara, peserta menanggapi Inspiring Session & Workshop dengan antusias. “Bagus benar program IMA ini, karena yang pertama. Ya, dari sini lah bagaimana membangun bisnis secara terstruktur,” kata Duki Kurniawan, mahasiswa IIB Darmajaya yang baru saja memenangkan Business Plan Sriwijaya Entrepreneur Competition (SECTION) yang digelar 14-16 April 2019 lalu di Universitas Sriwijaya Palembang.

Saat itu, Duki dan kawan-kawan berhasil menyingkirkan peserta dari universitas ternama di Indonesia, seperti Unpad, UGM, ITB, Unsri, Undip, Unsika, Telkom University, Universitas Surabaya. Duki mengatakan Inspiring Session & Workshop sangat menarik terutama dalam pembahasan teknologi. “Sebelumnya juga kita tidak tahu bagaimana cara memulai bisnis terstruktur,” kata dia.

Peserta lainnya, Aqshal Rafli, juga berharap proposal usaha yang diajukan dapat terpilih dan dibimbing oleh para praktisi yang tergabung dalam IMA. “Harapannya ada proposal yang dibuat bisa terpilih untuk dibantu dalam hal pendanaan maupun bimbingan dalam menjalankan usaha atau bisnis,” ucapnya.

Kegiatan yang digelar IMA ini, lanjut dia, menginspirasi karena membuka usaha dari awal dan merintis ke atas. “Dari pembahasan narasumber sangat menarik dan sangat menginspirasi,” kata mahasiswa Semester II IIB Darmajaya ini.

Sebelumnya, Owner Bebek Belvr, Arif Firmawan membagi kisahnya dalam membangun usahanya dari awal. Arif–biasa disapa–mengakui dahulu juga terinspirasi oleh cerita dari pengusaha dalam memulai bisnisnya. “Saya juga terinspirasi dari orang yang berbagi kisah seperti ini. Ini terjadi pas saya juga menjadi mahasiswa. Harapannya bisa terinspirasi dan membuka usaha seperti kami,” kata dia.

Sedangkan Owner Griyacom, H. Rico Dezi Arfiansyah, S.E., M.M., menceritakan awalnya hanya dengan Rp100 ribu mendapat omset sampai miliaran. “Marketplace yang akan saya bagi seperti di bukalapak, lazada, dan lainnya bagaimana dari awalnya bisa sukses. Saya memulainya dari 100 ribu rupiah sampai 1 miliar rupiah. bisa buka bisnis dari rumah jual baju, kue dan jasa lainnya,” kata dia. (**)

Cek Juga

Gelar Rapat Koordinasi, Diskominfo dan Statistik Se-Lampung Sinergikan Program Kerja

  Beritaberlian.com,BANDAR LAMPUNG – Dinas Komunikasi Informatika (Kominfo) dan Statistik Provinsi Lampung kembali menggelar rapat koordinasi …

Send this to friend