Home / Uncategorized / Pekerjaan Jalan Rijit di Pekon Ini Gunakan Batu Apung

Pekerjaan Jalan Rijit di Pekon Ini Gunakan Batu Apung

BERITABERLIAN.COM, Lampung Barat – Pekerjaan rijit
dipekon Atar Kuwaw yang bersumber Dana Desa (DD) diduga dikerjakan
asalan. selain ketebalan yang tidak cukup 15 cm, batu yang digunakan
hanyalah batu apung atau batu sampah. 

” Sayangnya saya tidak tahu persis
berapa panjang pekerjaan itu. Tapi, kalau 400 meter bisa lebih jalan
itu, langsung aja tanya keperatinnya aja mas agar lebih jelas,” jelas
warga Atar Kuwaw yang namanya enggan disebutkan kepada Inspiratif.co.id,
Kamis 24 Agustus 2017.

Selain itu lanjut dia, dalam
Kepemimpinan Pratin Atar Kuwaw Tri Ariyogi dalam satu priode itu dinilai
aparat pekon lainnya tidak fungsikan. Bahkan, dalam kegitan fisik Dana
Desa (DD) juga tidak diikutsertakan. 

Sementara itu Salah seorang perangkat
Pekon Atarkuwaw yang tidak mau ditulis namanya mengaku, jika semenjak
di definitifkannya peratin Tri dirinya juga menjabat salah satu
perangkat pekon, tapi anehnya semua kegitan ditekel sendiri oleh
pratin.” Selama ini kami tidak tahu-menahu masalah pembangunan atau dana
pekon ini, karena yang kami tahu hanya siltaf saja lain-lainnya kami
tidak diikutsertakan,” kata dia. 

Dana untuk TPK, PKK atau upah tukang
dan belanja material itu urusan pratin, aparatnya tidak tahu masalah itu
sehingga jika dirinya ditanyakan mengenai berapa dana yang di kucurkan
dan kenapa materialnya pakai batu sampah itu pihaknya juga tidak
mengetahuinya, ” Bisa ditanya sama perangkat pekon lainnya bukan saya
saja yang tidak difungsikan,” kata nara sumber Inspirtif.co.id. 

Dilain pihak perangkat pekon lainnya
yang juga tidak mau memberikan identitasnya, juga mengakui hal yang
sama.” Seperti semua perangkat pekon disini sama mas, tidak ada yang
tahu pengelolaan DD ini, bahkan kami selaku TPK juga hak kami tidak
diberikan apalagi yang lain,” kata dia. 

Terpisah, Toiron selaku pekerja fisik
pembuatan jalan cor di Pekon Atar Kuwaw saat wartawan inspiratifmco.id
melihat langsung dilapangan, mengaku tidak tahu menahu terkait pekerjaan
tersebut.” Kami pekerja terkait matrial yang menggunakan batu apung
atau batu sampah itu kami tidak tahu, apapun matrial yang disiapkan
peratin itulah yang kami kerjakan”, kata dia.

Sayangnya saat dikonfirmasi terkait
hal ini, Pratin Pekon Atarkuwaw Tri Ariyogi, belum bisa dimintai
keterangan terkait prihal ini, ditemui dirumahnya sedang tidak berada di
tempat, dan menurut istrinya setiap dirinya keluar tidak pernah pamit
kepada istrinya, dihubungi via Ponselnya di nomor 0857-58400-054 dalam
keadaan tidak aktif.(sumber inspiratif.co.id) 

Cek Juga

GOR Sukadana dan Gedung Islamic Center Lampung Timur Siap Jadi Lokasi Isolasi Covid-19

Dibaca : 20 Beritaberlian.com, SUKADANA – Bupati Lampung Timur Zaiful Bokhari beserta jajaran bergerak cepat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Send this to friend