Home / Uncategorized / Seorang Anak Tenggelam Dialiran Sungai Tebu

Seorang Anak Tenggelam Dialiran Sungai Tebu

BeritaBerlian.com, Pringsewu –  Seorang anak tenggelam di aliran sungai
tebu, Pada hari Selasa(19/9) di dusun Karang Kumbang, Rt.04 Rw.03 Pekon
Margakaya Kecamatan Pringsewu kabupaten.
Penemuan mayat anak laki – laki Rasya aditya saputra(7) di
aliran sungai Way Tebu yang di duga tenggelam. Saksi yang menemukan
Wahludin (50),Bariyadi(57) semua saksi dan koraban warga karang kumbang
rt .04 rw. 06 pekon marga karya kecamatan pringsewu, kabupaten
pringsewu, Ungkap kapolsek pringsewu kompol Andi.Selasa (19/9)di ruang
kerjanya.
Andi menjelaskan, Kronologis kejadian Pada hari selasa Tgl
19 September 2017 sekira jam 13.00 Wib korban berpamitan kepada ibu
korban untuk bermain. Lalu korban mandi di sungai Wai Tebu dengan ke 3
(tiga) kawan sebaya korban Atas nama Bayu saputra Bin Slamet Widodo,
Aisyah Binti Guranto dan Levina Rahmawati Bin Nur Ali. lansir muaramedia.com
“Tak lama berselang ketiga kawan sebaya korban kembali ke
rumah masing2 namun tidak melihat keberadaan korban. Karena takut kawan2
korban semua diam dan tidak bicara kepada siapa2,”Jelasnya.
Lalu sekira pkl 14.00 wib orang tua korban mencari korban yang main terlalu lama dan tidak pulang2 kerumah.

Orang tua korban menanyakan kepada masyarakat sekitar apakah ada yg melihat . salah seorang kawan korban bernama *Slamet dwi andika Bin
Suriyanto* mengatakan “tadi saya mandi di sungai menginjak kaki anak
kecil”ungkap slamet. 
atas keterangan tersebut warga langsung menuju ke sungai di
tempat di temukannya korban.Sekira pkl 14.30 Wib warga menemukan korban
sudah tenggelam dan meninggal dunia di aliran sungai Way Tebu, lalu
warga mengefakuasi korban dan membawa nya kerumah orang tua korban.
Telah di lakukan Visum oleh tenaga kesehatan Bidan An.
Sdri. CAHYA NINGRUM di kediaman korban, Atas pemeriksaan tersebut di
duga korban meninggal dunia di akibatkan oleh tenggelam dan tidak ada
unsur kekerasan atau kesengajaan, namun keluarga korban menolak untuk di
lakukan otopsi.
“Korban meninggal dunia diduga karena kurang bisa berenang sehingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Teman-teman sebaya korban yang mandi bersama korban di duga sudah
mengetahui jika korban tenggelam namun tutup mulut karena takut di
marahi oleh orang tuanya masing-masing, “kata kompol andi. (red)

Cek Juga

GOR Sukadana dan Gedung Islamic Center Lampung Timur Siap Jadi Lokasi Isolasi Covid-19

Dibaca : 21 Beritaberlian.com, SUKADANA – Bupati Lampung Timur Zaiful Bokhari beserta jajaran bergerak cepat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Send this to friend