Home / Pertanian / IPM dan Pertumbuhan PAD 2017 Provinsi Lampung Diprediksi Naik

IPM dan Pertumbuhan PAD 2017 Provinsi Lampung Diprediksi Naik

BANDAR
LAMPUNG–Indeks Pembangunan Manusia (IPM) diproyeksikan naik pada level
68-70%. Sedangkan pertumbuhan pendapatan asli daerah (PAD) Provinsi
Lampung juga diprediksi naik dari 9% menjadi 9,5-10%. 

Prediksi
tersebut disampaikan juru bicara Badan Anggaran DPRD Provinsi Lampung
Agus Bakti Nugroho pada Rapat Paripurna Penandatangan Nota Kesepakatan
KUA dan PPAS Perubahan APBD Tahun Anggaran (TA) 2017, Selasa
(15/8/2017). Pada kesempatan tersebut Wakil Gubernur Lampung Bachtiar
Basri juga menandatangani Nota Kesepakatan KUA dan PPAS Perubahan APBD
TA 2017.

Menurut Agus
Bakti Nugroho, pertumbuhan PAD diproyeksi lebih tinggi sebesar Rp75
miliar. Angka tersebut diperoleh dari dana yang berasal dari pajak
kendaraan bermotor (PKB) yang dialokasikan untuk menunjang kegiatan 15
Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) Pemerintah Provinsi Lampung dan
ditempatkan pada belanja tak langsung untuk belanja bantuan keuangan dan
belanja bagi hasil kepada kabupaten dan kota. Dengan penambahan Rp75
miliar itu. semula Perubahan APBD 2017 Rp2,7 triliun bertambah menjadi
Rp2,8 triliun.

Rencana
target pendapatan dan proyeksi setelah perubahan Rp7,70 triliun terdiri
dari PAD menjadi Rp3,8 triliun, dana perimbangan Rp4,58 triliun dan
lain-lain Pendapatan yang sah Rp43,05 miliar. Rencana Belanja Rp7,85
triliun, terdiri dari belanja tidak langsung Rp4,54 triliun dan Belanja
Langsung Rp3,34 Triliun.

Sehingga
jumlah pembiayaan daerah Rp189,31 triliun terdiri dari rencana
penerimaan pembiayaan sebelum perubahan Rp84,143 miliar menjadi
Rp204,312 miliar. Sedangkan rencana pengeluaran pembiayaan sebelum
perubahan Rp5 miliar  bertambah menjadi Rp15 miliar.

Pembahasan
penyusunan Perubahan APBD 2017, menurut Bachtiar Basri, menghasilkan
beberapa kesepakatan asumsi ekonomi makro Provinsi Lampung 2017.
Pertumbuhan ekonomi diproyeksikan 5,2-5,5%, dan laju inflasi
dipertahankan pada tingkat 4 plus minus 1%. Kemudian, persentase
penduduk miskin 13%, tingkat pengangguran terbuka 4-4,5% dan pendapatan
per kapita penduduk sebesar Rp35 juta.

Selain
itu, Wakil Gubernur menambahkan pada sisi pengeluaran PDRB pertumbuhan
investasi pada tingkat 5-6% dan pertumbuhan ekspor lebih dari 5%. Dari
sisi lapangan usaha, terdapat pertumbuhan sektor pertanian pada kisaran
3-4%, pertumbuhan sektor perdagangan 6%, dan pertumbuhan sektor industri
5%. “Dalam pembahasan PPAS perubahan APBD 2017 terdapat pula beberapa
pokok bahasan yang terkait dengan proyeksi pendapatan, belanja dan
pembiayaaan daerah,” kata Gubernur.

PAD
diproyeksikan lebih tinggi Rp75 miliar dari yang diajukan. Begitu pula
dengan belanja daerah dimana terdapat penambahan alokasi sebesar Rp75
miliar dari yang diajukan. Sedangkan di sisi pembiayaan daerah
disepakati sesuai rencana awal, yang berarti tidak mengalami perubahan.
“Semoga proses pembahasan dan pengesahan Raperda tentang Perubahan APBD
2017 mampu berjalan aesuai jadwal yang direncanakan,” kata Bachtiar. (inspiratif.co.id)


Cek Juga

Provinsi Lampung Tuntaskan Tugas Naikkan Produksi 1 Juta Ton Padi

Dibaca : 24 Beritaberlian.com, BANDAR LAMPUNG–Pemerintah Presiden Joko Widodo meminta Provinsi Lampung (Pemprov) mampu menaikkan target …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Send this to friend