Home / Uncategorized / Direktur Rehabilitasi Lanjut Usia Kemensos RI Memeberikan Bantuan Lanjut Usia Non Tunai

Direktur Rehabilitasi Lanjut Usia Kemensos RI Memeberikan Bantuan Lanjut Usia Non Tunai

BeritaBerlian.com, BandarLampung – Sebagai tindaklanjut Peraturan Presiden
(Perpres) Nomor 63 Tahun 2017 tentang Penyaluran Bantuan Sosial Secara
Nontunai. 

Direktur Rehabilitasi Lanjut Usia Kemensos RI Clara
Carolin didampingi oleh Kadissos Prov. Lampung Sumarju Saeni dan
Perwakilan Bank BNI Lampung Hadi pada Selasa (13/09/2017) melakukan
Sosialisasi Bantuan Sosial Non Tunai (BSNT) kepada 80 orang Pendamping
Program Asistensi Lamjut Usia. lansir muaramedia.com
Menurut Clara dalam arahannya mengatakan bahwa Perpres
tersebut diterbitkan dengan pertimbangan penyaluran bantuan sosial
(bansos) kepada masyarakat dilakukan secara efisien agar dapat diterima
tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, tepat kualitas, dan tepat
administrasi.
Diinformasikan juga bahwa penyaluran bansos secara nontunai juga berkontribusi terhadap peningkatan keuangan inklusif.
“Penyaluran bansos secara nontunai sebagaimana dimaksud
merupakan bansos yang diberikan dalam rangka program penanggulangan
kemiskinan yang meliputi perlindungan sosial, jaminan sosial,
pemberdayaan sosial, rehabilitasi sosial, dan pelayanan dasar,” katanya.
Masih menurut Clara penyaluran bansos secara nontunai
dilaksanakan oleh Kementerian Sosial melalui bank penyalur ke rekening
atas nama penerima bansos. Bank penyalur sebagaimana dimaksud adalah
Bank Umum Milik Negara (bank BUMN).
Khusus bantuan Asisitensi Lanjut Usia di Provinsi Lampung, Bank BNI yang dipercaya sebagai penyalurnya.
“Rekening atas nama penerima bansos sebagaimana dimaksud
dapat diakses melalui Kartu Kombo (instrumen pembayaran yang memiliki
fitur uang elektronik dan tabungan yang dapat digunakan sebagai media
penyaluran berbagai bansos, termasuk Kartu Keluarga Sejahtera),”
ungkapnya
Mekanisme penyaluran bansos yang diatur dalam Perpres
tersebut dikecualikan bagi penyandang disabilitas berat, lansia
terlantar non-potensial, eks penderita penyakit kronis non-potensial,
komunitas adat terpencil, dan/atau daerah yang belum memiliki
infrastruktur untuk mendukung penyaluran bansos secara nontunai.
“Untuk Bansos Lansia KKS atas nama penerima Bansos namun
pencairannya dapat dilakukan oleh  Pendamping. Oleh karena itu saya
minta Kepala Dinsos Provinsi membuat Surat Keputusan (SK) pendamping dan
yang didampinginya atau Penerima Manfaatn” tegas Clara.
Sementara itu Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Sumarju
Saeni menginformasikan bahwa jumlah penerima manfaat sebanyak 800 orang
Lansia dengan pendamping sebanyak 85 orang yang tersebar di 14
Kabupaten/Kota.
Program Kesejahteraan Soaial di Provinsi Lampung pada tahun 2017
disamping Asistensi Lanjut Usia juga Home Care untuk 30 orang, Family
Support sebanyak 200 orang, Day Care Sercie sebanyak 70 orang, Pelayanan
dalam panti sosial sebanyak 80 orang dan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak
Huni sebanyak 50 rumah. (red.)

Cek Juga

GOR Sukadana dan Gedung Islamic Center Lampung Timur Siap Jadi Lokasi Isolasi Covid-19

Dibaca : 18 Beritaberlian.com, SUKADANA – Bupati Lampung Timur Zaiful Bokhari beserta jajaran bergerak cepat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Send this to friend